SUDUT PANDANG MENETUKAN KEPUTUSAN
Bijaksana dalam menganalisa setiap sisi agar keputusan yang diambil adalah yang terbaik
KETETAPAN HATI
Seperti digital antara 1 atau 0, keraguan hadir karna prasangka. Pahami kata hati
MANFAAT ILMU
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain termasuk ilmu yang dimiliki agar bisa memberi manfaat buat orang banyak. Karena itu salah satu amalan yang tidak akan terputus pahalanya
BAHAGIA ITU SEDERHANA
Tersenyumlah menghadapi segala hal, karna dengan senyum bisa rasakan tentang banyak hal indah yang telah didapat.
Keluarga merupakan pusat pendidikan dimana tanggung jawab orang tua untuk selalu menjaga anak agar bisa menjadi individu yang lebih dewasa dan matang untuk kehidupannya. Peran keluarga menjadi sangat besar karena terkait dengan semua aspek perkembangan dan pendidikan anak. Dimulai dari anak usia dini melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan seperti agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangannya. Ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini meliputi bayi (0-1 tahun), balita (2-3 tahun), kelompok bermain (3-6 tahun), dan sekolah dasar kelas awal (6-8 tahun). Tujuan utama pendidikan anak usia dini adalah untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan pada masa dewasa.

Pendidikan Anak Usia Dini bisa juga melalui kelompok bermain (playgroup) yaitu jalur pendidikan non formal yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia di bawah lima tahun, Taman Pendidikan Alqur'an (TPA) yang merupakan kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan non-formal agama Islam untuk pengajaran membaca Al Quran sejak usia dini, Taman Kanak-kanak (TK) yaitu jenjang pendidikan anak usia dibawah 7 tahun dalam bentuk pendidikan formal. Kurikulum TK ditekankan pada pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan dasar. Indonesia menetapkan untuk pendidikan dasar formal adalah jenjang pendidikan selama 9 tahun pertama masa sekolah anak-anak. Pendidikan dasar menjadi dasar bagi jenjang pendidikan menengah. Periode pendidikan dasar ini adalah selama 6 tahun Sekolah Dasar (SD) dan di akhir masa pendidikan dasar diharuskan mengikuti dan lulus dari Ujian Nasional (UN). Kelulusan UN menjadi syarat untuk dapat melanjutkan pendidikannya ke tingkat selanjutnya yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setelah mengikuti UN dan lulus, dilanjutkan ke pendidikan menengah umum (SMA/MA) atau kejuruan (SMK/MAK). Pendidikan menengah umum dikelompokkan dalam program studi sesuai dengan kebutuhan untuk belajar lebih lanjut di perguruan tinggi dan hidup di dalam masyarakat. Sedangkan pendidikan menengah kejuruan dikelompokkan dalam bidang kejuruan didasarkan pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni, dunia industri/dunia usaha, ketenagakerjaan baik secara nasional, regional maupun global, kecuali untuk program kejuruan yang terkait dengan upaya-upaya pelestarian warisan budaya. Sama seperti pendidikan dasar, pendidikan menengah ini juga harus mengikuti ujian dan lulus agar bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pendidikan tinggi melalui program Diploma, Sarjana, Magister, Doktor, dan Spesialis.

Tapi hal yang terpenting harus di ingat oleh orang tua adalah mendidik anak bukan hanya sebatas memberikan pendidikan formal saja. Karena sekolah hanyalah institusi yang membantu setiap orangtua dalam mendidik anak. Orang tua harus menempatkan diri sebagai pemeran utama pendidikan anak. Harus ikut terlibat langsung mengajari anak-anak berbagai pelajaran yang mereka terima di sekolah. Membantu anak-anak untuk memahami dengan lebih baik ketika mereka masih kesulitan memahami materi yang diajarkan di sekolah. Pendidikan tentu bukan hanya soal materi akademik, yang lebih penting dari itu adalah pembentukan karakter, seperti gigih dan tangguh, tertib, bersih, hormat dan menghargai orang lain, dan sebagainya. Porsi terbesar dalam pendidikan anak sebenarnya tidak melalui proses pengajaran, tapi melalui interaksi. Kita berinteraksi dengan anak setiap hari, dari situ kita menanamkan nilai-nilai. Interaksi itu dimulai dari sapaan, sentuhan, dan berbagai aktivitas yang kita lakukan bersama. Pembangunan karakter tadi tidak bisa hanya melalui nasihat verbal saja, tapi dengan selalu berinteraksi dengan anak berperan sangat besar dalam pendidikan anak kita.

PERSIAPAN DANA PENDIDIKAN

Pemerintah pusat melalui Kemenkeu sudah memaparkan secara detail anggaran pendidikan pada APBN 2019 yaitu sebesar 492,5 Triliun rupiah atau 20% dari APBN 2019 pada website Visual Kemenkeu - Anggaran Pendidikan APBN 2019. Pada website tersebut juga dijelaskan tentang sasaran dan arah kebijakan pemerintah dalam membangun pendidikan Indonesia.

Terlepas dari itu semua, peran orang tua tetap sangat penting dalam mempersiapkan dana pendidikan tersebut sejak dini karena biaya pendidikan dari tahun ke tahun yang semakin tinggi. Sudah banyak pilihan baik untuk tabungan maupun asuransi pendidikan. Orang tua bisa memilih mana yang sesuai dengan kebutuhan, alokasi dana yang tersedia, manfaat, serta resiko. Terutama untuk umat Islam yang mengutamakan syariah juga tersedia pada bank-bank syariah yang sudah banyak di Indonesia. Baik tabungan maupun asuransi pendidikan masing-masing punya kelebihan dan kekurangan dan hanya sebagai alternatif persiapan dana pendidikan untuk anak. Karena yang terpenting adalah dukungan orang tua agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik dan berprestasi dalam mewujudkan keinginan anak untuk memilih pendidikan yang sesuai dengan impian dan cita-cita mereka.

Beberapa alternatif persiapan dana pendidikan untuk anak diantaranya:
  • Deposito atau tabungan berjangka, deposito memiliki tenggat waktu dalam pengambilan dan penyetoran sehingga dana yang ada tidak bisa diambil setiap waktu.
  • Asuransi, cari perbandingan antar penyedia jasa dan produk asuransi pendidikan yang akan diambil. Perhitungkan biaya polis yang dibayar bisa menutupi kebutuhan biaya pendidikan.
  • Investasi, beragam produk investasi seperti emas, properti, pasar saham, dan reksadana.
Akan lebih baik jika anak terlibat dari awal untuk mempersiapkan pendidikan mereka dengan mengajarkan pentingnya menabung, membuat perencanaan, dan target yang akan mereka capai dalam meraih impian dan cita-citanya, agar menjadi kebanggaan orang tua, agama, nusa dan bangsa.